1. Pilih bidan atau dokter yang merawat ibu hamil. 2. Sampaikan keinginan untuk membuat surat keterangan cuti melahirkan. 3. Berikan informasi tentang tanggal awal cuti, tanggal kembali bekerja, dan lama cuti yang akan diambil. 4. Bidan atau dokter akan membuat surat keterangan cuti melahirkan dan menandatanganinya. Nah, untuk contoh surat cuti melahirkan dari bidan, bunda bisa melihat contohnya di bawah ini: SURAT KETERANGAN CUTI HAMIL DAN BERSALIN. Nomor : 123/SKC/Puskes_PB/11/2020. Yang bertanda tangan di bawah ini, Bidan UPT. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Suka Makmur, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Berikut adalah contoh surat keterangan hamil dari bidan: Contoh 1. Kepada Yth. Kepala Desa. Dengan ini saya, bidan yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bahwa: Nama lengkap ibu hamil: Siti Fatimah. Usia kehamilan: 6 bulan. Tanggal perkiraan lahir: 10 Oktober 2021. Hasil pemeriksaan kehamilan: Normal. Contoh Surat Izin Cuti Melahirkan Dari Bidan. Setelah melakukan pemeriksaan ke bidan, dan ternyata waktu menuju proses kelahiran tinggal 1,5 bulan lagi, maka segeralah mengajukan permohonan cuti ke kantor atau perusahaan. Apabila memang diperlukan, mintalah surat keterangan dari bidan sebagai bukti penguat pengajuan cuti melahirkan. Surat Keterangan Hamil adalah dokumen yang dikeluarkan oleh dokter atau bidan yang menyatakan bahwa seseorang sedang mengandung dan dalam keadaan sehat untuk melahirkan. Surat ini berisi keterangan mengenai nama ibu hamil, jenis kelamin janin, usia kehamilan, serta tanggal perkiraan lahir. Persyaratan. Membawa Identitas Diri (KTP/KIA/KK) Membawa kartu BPJS (jika ada) Sistem, Mekanisme dan Prosedur. Pasien mengambil nomor pendaftaran. Pasien menuju loket pendaftaran. Pasien menuju ke poli KIA dan meminta surat keterangan hamil. Bidan melakukan pemeriksaan/tindakan. 9KYL.

contoh surat keterangan hamil dari bidan